{"type":"pdf","content":"# Sajak Ruang Waktu\n\nDi antara riuh dunia yang tak pernah jeda,\nAku menemukan sunyi yang paling indah:\n**Yaitu saat matamu menatap mataku,**\nDan seluruh bising menjelma menjadi restu.\n\n* **Kau adalah pelabuhan,** tempat segala badai di kepalaku mereda.\n* **Kau adalah jawaban,** dari bait-bait doa yang sempat tertunda.\n* **Kau adalah rumah,** ke mana pun kaki ini melangkah dan pergi.\n* **Kita adalah keselarasan,** dua jiwa yang saling menggenapi tanpa memaksa.\n\nDalam detak waktu yang terus merambat,\nCinta ini tumbuh dengan tenang dan bersemat.\nBukan tentang siapa yang paling cepat,\nTapi tentang kita yang melangkah bersama dengan erat."}